Your life is the sum result of all the choices you make, both consciously and unconsciously. If you can control the process of choosing, you can take control of all aspects of your life. You can find the freedom that comes from being in charge of yourself.
Dalam hidup ini tentu kita tidak akan luput dari apa yang disebut sebuah pilihan. Memilih itulah inti dari kehidupan ini. Pilihan-pilihan itu yang kelak akan menghidupkan kehidupan kita. Mungkin memang terkadang sulit, tapi nyatanya semua pilihan ini harus ditempuh agar roda kehidupan ini dapat berjalan, bukan?
Aku pernah mengalami fase cukup sulit sejauh perjalanan hidup ini. Tentu masalah mengenai masa depan sejatinya adalah hal yang cukup sulit diputuskan. Ketika dihapadapkan pada dua pilihan, antara idealisme yang tidak realistis dan realisme yang pragmatis, tentu ada dilema tersendiri yang muncul dalam diri ini.
Terkadang menjadi idealis adalah hal yang dianggap tepat, karena didasarkan pada hati nurani dan perasaan serta kekuatan mendasar pada diri kita masing-masing. Itu pula yang aku rasakan saat itu. Ketika seseorang merasa memiliki suatu passion dalam bidang tertentu dan ia merasa hal itu yang akan memanusiakannya, tentu itu akan menjadi idealisme yang akan terus dijunjung tinggi. Aku meyakini hal yang satu itu. Namun seiring berjalannya waktu, aku menyadari bahwa terlalu naif bila sepenuhnya mempercayai hal itu. Membuaut pilihan diantara idealisme yang tidak realistis dan realisme yang pragmatis tentu bukan perkara mudah. Tidak hanya sebatas memilih berdasarkan anggapan baik dan buruk, namun ada hal lain yang jauh lebih mendasar.
Dan hingga sampai pada titik ini, disinilah aku. Tentu pada akhirnya kita harus memilih, bukan? Menurut saya memilih adalah sebuah pilihan. Ketika aku memilih untuk meluruhkan segala ego, mempertimbangkan kepentingan yang jauh lebih besar, tidak hanya berkaitan dengan diriku sendiri namun juga orang sekitar yang teramat berharga, tentu bukan pillihan yang mudah. Tapi aku percaya tentu akan ada balasan yang pantas untuk semuanya, pilihan ini, kehidupan yang aku jalani saat ini serta hasilnya kelak.
Semoga bisa bertahan pada pilihan ini hingga fase terakhir.
Stop thinking, just let things happen. If it should have, it would have.
No comments:
Post a Comment